Laman

Selasa, 15 Desember 2015

4. Kelebihan & Kekurangan Wireless di bandingkan dengan Media Transmisi lainnya


Pengertian Media Transmisi  Kelebihan dan Kekurangan

 

Simple Information - dalam membangun sebuah jaringan komputer kita terlebih dahulu harus mengetahui media atau peralatan apa saja yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer, Seperti Cara Mengkrimping Kabel LAN Dengan RJ 45 dan Urutan Warna Crossover dan Straight. Salah satunya adalah media transmisi yang merupakan media yang digunakan untuk pengiriman atau penerimaan sebuah informasi atau data.

Media Transmisi
Media yang dapat mentransmisikan data. Data yang ditransmisikan dapat melalui 3 media :
  1. Copper Media (media tembaga)
  2. Optical Media (media optik)
  3. Wireless Media (media tanpa kabel)
1. Copper Media
Merupakan media transmisi yang terbuat dari tembaga yang biasa disebut dengan kabel. Data yang dikirim melalui kabel dalam bentuk sinyal-sinyal listrik digital. Jenis-jenis kabel transmisi data yang digunakan pada jaringan antara lain, Coaxial, STP, UTP.

a. Kabel Coaxial
Kabel Coaxial
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel tv, disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Coaxial banyak digunakan pada LAN karena memiliki perlindungan derau yang bagus, murah , dan mampu mengirim data dengan kecepatan standar. Ada 3 jenis konektor pada kabel coaxial, yaitu T-konektor, I-Konekor (socket), dan BNC konektor.

Kelebihan serta kekurangan dari penggunaan kabel coaxial :

Kelebihan :
  • Murah
  • Jarak jangkauan yang luas
  • Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
  • Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan system lain.
Kekurangan :
  • Instalansi yang rumit
  • Redaman yang relative besar, sehingga untuk hubungan jauh harus dipasang repeater-repeater.
  • Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.
b. Twisted Pair
    Terdiri dari 2 jenis :

1. Shielded Twisted Pair (STP)
Shielded Twisted Pair (STP)
Terdiri dari 4 buah kabel yang dipilin (twisted pair). Berikut kelebihan dan kekurangan dari STP.

Kelebihan :
  • Tahan terhadap interferensi gelombang eletromagnetik baik dari dalam maupun dari luar.
  • Memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabel
Kekurangan :
  • Pada frekuensi tinggi attenuasi meningkat
  • Terjadinya “crosstalk” dan sinyal “noise” pada frekuensi tinggi
  • Instalansi yang cukup rumit
  • Jarak jangkauan hanya 100m, dan mahal.

2. Unshielded Twisted Pair (UTP)
    Ada beberapa kategori untuk kabel twisted pair, yaitu :
  1. Unshielded Twisted Pair (UTP)Kategori 1 (Cat-1), umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
  2. Kategori 2 (Cat-2), range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
  3. Kategori 3 (Cat-3), sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
  4. Kategori 4 (Cat-4), seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
  5. Kategori 5 (Cat-5), merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
Kabel UTP mudah dalam penginstalan, murah serta ukurannya yang kecil. Namun rentan terhadap inteferensi gelombang elektromagnetik dan jarak jangkauan hanya 100m.

2. Optical Media
Optical Media
Ada tiga jenis fiber optic yang digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emmiting diode ataupun laser.
  1. Kabel Fiber Optic single mode, merupakan jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasistas besar dengan kecepatan tinggi dengan jarak yang jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan spectrum yang lebih kecil. 50 kali lebih cepat dibandingkan dengan multimode dalam mengantarkan transmisi karena memiliki core yang lebih kecil.
  2. Kabel Fiber Optic Multimode, dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh melebihi 3000 kaki akan terjadi distrosi sinyal mengakibatkan pengiriman data tidak akurat.
  3. Plastic Optical Fiber, kabel yang terbuat dari plastic yang tingkat performa sama dengan fiber glass.
Kelebihan :
  • Kemampuan mengirim data dengan kapastitas yang besar dan jarak yang jauh.
  • Kecepatan transmisi hingga mencapai gigabits
  • Tingkat keamanan fiber optic yang tinggi
  • Lebih menghemat tempat, dibandingkan dengan kabel tembaga.
Kekurangan :
  • Harganya yang cukup mahal
  • Penggunaan yang cukup rumit.
Kabel fiber optic terdiri dari 2, satu berungsi untuk Transmit(Tx) dan satunya untuk Receive(Rx). Sehingga terjadi komunikasi 2 arah secara bersama-sama. ST untuk singlemode dan SC untuk multimode.
 
Lalu, apa saja yang dianggap menguntungkan sehingga banyak pengguna yang mulai beralih ke jaringan Wi-Fi?  
Yuk, simak ulasannya di artikel ini. Saya akan coba menjelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan jika kamu menggunakan koneksi jaringan Wi-Fi.
 


Berikut kelebihan serta kekurangan jaringan Wi-Fi.


Kelebihan Jaringan Wi-Fi

Berikut kelebihan jaringan Wi-Fi:

1. Penggunanya bisa berpindah-pindah tempat

Karena tidak seperti jaringan kabel yang mengharuskan kita selalu terhubung via kabel, sehingga terkesan membatasi gerak kita. Pada jaringan Wireless Wi-Fi kita tidak perlu dipusingkan dengan kabel, kita terasa sedikit lebih bebas.

Penggunaan jaringan Wi-Fi memungkinkan kita lebih aktif dalam bergerak dan tidak terpaku di satu tempat saja. Perlu kita ketahui, kebutuhan akan mobilitas perangkat tanpa dibatasi kabel semakin tinggi.

2. Sudah banyak perangkat yang support Wi-Fi

Banyaknya perangkat yang support koneksi jaringan vi Wi-Fi juga menjadi alasan tersendiri. Mulai dari smartphone, tablet, laptop. bahkan personal komputer pun sudah bisa menikmati jaringan wireless Wi-Fi meski harus menambah perangkat Wi-Fi adapter.

Dengan sudah banyaknya perangkat yang support jaringan Wi-Fi tentunya bisa memantapkan kita untuk memilih Wi-Fi ketimbang kabel.

3. Sekali klik langsung konek

Tidak seperti jaringan kabel, yang mana kita harus mencolokan kepala konektor RJ-45 ke port Ethernet komputer/laptop kita

Wi-Fi sudah diatur sedemikian rupa oleh sang administrator untuk kemudahan penggunaannya. Kita hanya tinggal klik konek, otomatis sudah mendapat settingan (IP dinamis) dan tinggal internetan saja.

4. Instalasi lebih murah, cepat, rapi dan tidak ribet

Untuk melakukan pemasangan jaringan Wi-Fi, kita tidak terlalu membutuhkan banyak alat dan bahan. Kalau kita membandingkan dengan jaringan kabel, jelas jauh lebih murah Wi-Fi. Karena kita harus membeli tambahan kabel untuk instalasinya. Namun, jaringan Wi-Fi tidak demikian. Untuk harga perangkat seperti access point pun sudah ada yang lebih murah dibanding satu roll kabel UTP.

Selain murah instalasi juga lebih cepat. Ya, bagi mereka yang sudah berpengalaman, saya rasa tidak lebih dari 2 jam juga sudah selesai pemasangan jaringan Wi-Fi, itupun sudah siap dipakai. Dan lagi, instalasi jaringan juga terlihat lebih rapi dan tidak ribet, karena tidak terlalu menggunakan kabel terlalu banyak.

5. Penggunaan listrik lebih kecil

Ya, karena lebih sedikit perangkat yang digunakan dan cenderung lebih kecil ukurannya, penggunaan listrik pun terbilang kecil. Satu perangkat Wi-Fi Access point rata-rata hanya membutuhkan tegangan DC 9V dan 0.85A.


Kekurangan Jaringan Wi-Fi

Disamping kelebihannya yang sangat banyak, Wi-Fi juga masih memiliki beberapa kekurangan, yaitu sebagai berikut:

1. Keamanan harus lebih diperhatikan

Jaringan Wi-Fi tidak dibatasi dengan penggunaan kabel untuk setiap penggunanya. Hal ini juga berarti tidak membatasi pengguna luar yang bisa secara ilegal terkoneksi dengan jaringan Wi-Fi kita.

Ya, jaringan Wi-Fi bisa diakses secara publik, maka dari itu kita harus lebih protektif dalam mengamankannya kalau tidak ingin ada pengguna luar yang mengakses jaringan kita. Karena bisa saja mereka itu lebih pintar dan bisa dengan mudah mendapatkan informasi privat kita.

Namun, kamu jangan khawatir, karena sudah banyak perangkat wireless yang sudah menyertakan fitur-fitur pendukung keamanan, seperti sistem autentikasi WEP dan WPA. Kamu juga bisa meng-hidden SSID agar tidak diketahui orang lain.

2. Sinyal

Meskipun kamu bisa bebas bergerak, tapi kamu juga harus memikirkan seberapa jauh kamu berada di area Wi-F. Tidak terasa memang masalah sinyal ini kalau kita tetap berada dekat di sumber sinyal.

Selain itu pengaruh interferensi juga harus dipikirkan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan saat melakukan transfer antar perangkat. Insterferensi ini sangat terasa efeknya jika kita berada pada area yang terdapat banyak jaringan Wi-Fi. Pencegahan dari masalah ini seharusnya sudah dipikirkan dari awal, sejak pemilihan channel frekuensi wireless yang digunakan.

3. Bandwith

Jaringan Wi-Fi sangat tidak cocok jika dalam jaringan yang dibangun nantinya diperuntukan untuk aktivitas transfer data berukuran besar. Salah satu penyebabnya adalah ketidakstabilan sinyal dan ada juga pengaruh interferensi.

Jika aktivitas transfer data dalam jaringan kamu tergolong besar, saya sarankan untuk menggunakan koneksi kabel, lebih cepat dan juga stabil. Meskipun sudah ada perangkat Wi-Fi yang sudah support data rate hingga 1 GBps, namun jaringan kabel masih dapat transfer lebih besar dari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar